Jun
07
Posted under
ICT
Jambore PTK-PNF regional Jawa Tengah ini pada tahun 2010 ini di bagi menjadi 14 cabang lomba yaitu :
1. Tutor PAUD
2. Instruktur Senam
3. Pengelola IT
4. Instruktur Kursus Seni Musik
5. Pengelola PAUD
6. Instruktur Bahasa Inggris
7. Instruktur Tata Rias
8. Tutor Pendidikan Kesetaraan
9. Penilik
10. Tutor Pendidikan Keaksaraan
11. Pengelola PKBM
12. Pengelola TBM
13. Pamong Belajar
14. Pengelola Kursus
jumlah peserta pada jambore PTK-PNF tahun 2010 ini alhamdulillah mencapai sekitar 500 orang, dengan asumsi bahwa masing-masing lomba mempunyai 35 peserta.
Untuk lomba ini diadakan di 2 tempat terpisah yaitu di P2PNFI dan di LPMP. sedang penulis sendiri saat ini berada di P2PNFI, bersiap untuk melaksanakan presentasi dari BLOG ini besok pagi, penulis mempunyai urutan ke 16. jujur penulis merasa minder melihat begitu antusiasnya para para peserta Lomba IT ini, mereka muda-muda, tangguh-tangguh, dan mempunyai pengalaman dan pendidikan yang lebih tinggi dari penulis. Tetapi penulis tetap harus memberikan yang terbaik, untuk Kabupaten Wonosobo pada umumnya dan skb wonosobo pada khususnya yang semoga bisa merambah sampai tingkat nasional. amiin
Jun
05
Posted under
ICT Google kali ini memberikan sedikit rahasia tentang server dan data center nya kepada cnet, tentu saja kita ingin tahu apa yang membuat teknologi yang digunakan google ini berbeda, sehingga anda dapat menemukan pencaharian dengan waktu yang sangat sangat singkat pastinya hal ini ditentukan oleh seberapa canggih setting data center yang dimiliki google.
Kebanyakan perusahaan besar selalu membeli produk server dari misalnya dari Dell, Hewlett-Packard, IBM, ataupun Sun Microsystems. Namun tidak untuk Google, yang notabene memiliki ratusan bahkan ribuan server yang berjalan pada core masing masing, google telah men designs server untuk mereka sendiri. Project ini di prakarsai oleh Ben Jai, yang telah mendesain/merakit berbagai macam jenis Google server, hingga akhirnya menciptakan sebuah Google server yang lebih modern dibandingkan sistem server lain yang membuat semua orang terkesima melihatnya.
Apa yang menarik pada server server yang digunakan pada google ?
Batere pada masing masing server
Tiap masing masing server google memiliki 12-volt battery untuk men supply power jika terjadi masalah pada pusat listrik. Google telah menggunakan teknologi ini sejak tahun 2005, data center ini telah di desain sedemikian rupa yang berukuran sebesar sebuah container yang didalamnya terdapat 1,160 server, untuk konsumsi daya, dapat mencapai 250 kilowatts.
Google ternyata telah lama fokus terhadap efisiensi energy yang kini mereka memberikan sedikit bocoran tentang pengalaman mereka. Bersamaan dengan terjadinya resesi mengakibatkan google harus menurunkan budget operation, ditambah lagi isu environmental dan harga energy yang terus meningkat membuat Google harus berubah menjadi efficiency evangelism, kata Urs Hoelzle, Google’s vice president dari operation division.
Akibat hal ini google harus memfokuskan data center mereka agar lebih efisien dalam hal menangani distribusi energi/daya, pendinginan, dan memastikan semuanya berjalan dengan benar dan efisien kata Chris Malone, yang terlibat dalam data center design and efficiency measurement. Google data center saat ini telah mencapai level yang efisien terhadap Environmental Protection Agency hingga 2011 tentunya dengan menggunaakn teknologi yang lebih advance.
Kenapa menggunakan baterai ?

Seperti PC Rakitan khusus yang sudah terintegrasi baterai
Data center yang sudah-sudah sangat tergantung pada UPS yang berukuran besar, tersentral, hingga dapat dikatakan membutuhkan sebuah baterai raksasa yang harus hidup saat terjadi gangguan listrik sebelum generator membutuhkan waktu untuk hidup. Dengan membangun power supply khusus kedalam server akan lebih murah selain itu cost nya pun hanya dihitung dari jumlah server yang dimiliki.
“Tentu saja ini akan lebih murah ketimbang menggunakan UPS yang tersental” dan juga “tidak ada pembuangan kapasitas.”
Karena bagi google efisiensi merupakan sebuah faktor finansial. UPS berukuran raksasa mampu mencapai 92 sampai 95% efisien, sedangakan baterai server-mounted melakukanya dengan lebih baik , karena mereka dapat mengukur penggunaan energi aktual dengan efisiensi 99.9 %.”
The Google server di desain dengan ketebalan 3.5 inch 2U, atau 2 rack units. Masing masing server menggunakan 2 buah processor, 2 hard drive, dan 8 memory slot yang terpasang pada motherboard yang di desain oleh Gigabyte. Google menggunakan x86 processor baik dari AMD dan Intel, Google juga menggunakan desain battery untuk network equipment nya mereka juga.

Power Supply dan baterai
Advanced Power Supply
Salah satu bentuk obsesi efisiensi Google adalah desain dari power supply mereka. Power supply seperti biasanya meng convert arus AC (alternating current–listrik dari gedung) menjadi arus DC (direct current–dari battery), dan power supply biasanya memiliki 5-volt dan 12-volt DC power. Namun untuk Google mereka men designs power supply hanya degan 12-volt power, sedangakan untuk proses konversi dilakukan dari fitur yang dimiliki motherboard.
Hal ini menyebabkan Google harus menambahkan biaya tambahan sebesar $1 atau $2 untuk mendesain motherboard, namun hal ini akan memper murah harga power supply, sehingga power supply hanya akan di desain dengan menggunakan kapasitas tertinggi. Google bahkan memperhatikan efisiensi yang lebih baik jika men trasmit energi listrik melalui kabel tembaga pada 12 volts dibandingkan dengan 5 volts.
Data center sebesar Container
Kebanyakan orang membeli computer server pada waktu mereka membutuhkannya, namun Google berfikir lebih berbeda khususnya dalam hal skala. Jimmy Clidaras menemukan kalau kebutuhan efisiensi yang mendasar pada google data center di komposisikan dengan shipping container yang berukuran standard 1AAA, didalamnya 1,160 server, yang didalamnya terdapat beberapa kontainer dalam sebuah data center.
Modular data center bukanlah hal yang unik bagi Google; Sun Microsystems dan Rackable Systems. Namun Google telah memulai menggunakanya pada tahun 2005.

1 Kontainer adalah 1 processing unit (didalamnya ada 1160 server)
Jun
04
Posted under
ICT Berdasarkan pengamatan penulis, saat ini rasa-rasanya industri teknologi informasi Indonesia sedang terjangkiti virus kewirausahaan. Hal tersebut sah-sah saja dan malah bagus menurut sudut pandang penulis mengingat fakta menunjukkan saat ini masih terdapat jutaan orang dalam usia produktif yang masih harus berjibaku memperebutkan lapangan kerja yang sangat terbatas.
Logikanya bila ada sekitar 1000 orang saja membuka usaha, dengan asumsi rata-rata tiap perusahaan memperkerjakan 5 tenaga kerja, maka setidaknya akan ada sekitar 5000 orang yang terserap dalam lapangan pekerjaan tersebut. Bila tiap orang setidaknya menghidupi satu istri dan satu anak, maka setidaknya 15.000 orang akan tercukupi kebutuhan hidupnya. Bayangkan bila ada 1 juta manusia Indonesia yang berani membuka usaha sendiri.
Namun demikian, bila kita berbicara dengan tataran yang lebih realistis. Membuka usaha sendiri tidaklah semudah yang dibayangkan. Meskipun juga jangan dijadikan sebagai alasan untuk membuat kita mundur dalam meraih cita-cita membuka usaha sendiri. Sektor Teknologi Informasi (TI) dalam prediksi dan keyakinan penulis merupakan salah satu industri masa depan yang sangat prospektif. Dalam kajian secara informal maupun berdasarkan kajian ilmiah sewaktu penulis menyusun tesis, diperoleh kesimpulan bahwa industri alih daya (outsourcing) TI di Indonesia telah dan akan terus berkembang pesat.
Hal tersebut diatas terutama didukung dengan berbagai alasan utama, seperti: penghematan biaya, akses terhadap teknologi dan ketrampilan khusus, akses terhadap kualitas layanan yang lebih baik, dan terutama keputusan untuk fokus kepada bisnis inti (core business). Larry Ellison (CEO Oracle Corp) pernah berujar: “why should every doctor’s office have to be a tech company too, employing high-paid staffs who spend all of their time fiddling around with computers?”. Kalimat tersebut jelas menunjukkan optimisme objektif bahwa bisnis TI akan terus berkembang seiring dengan kesadaran dari perusahaan-perusahaan untuk melakukan alih daya TI kepada pihak luar.
Dalam konteks Indonesia, berdasarkan pengalaman penulis sebagai penyedia solusi alih daya TI, potensi pasar yang tersedia bisa dibilang sangat besar dan akan terus berkembang. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa terdapat banyak perusahaan blue-chip nasional yang masih menjalankan aktivitas operasionalnya secara manual dan belum terotomasi. Logikanya bila perusahaan papan atas masih banyak melakukan aktivitas manual, bisa dibayangkan untuk perusahaan kelas kecil dan menengah. Mengingat potensi UKM di Indonesia yang sangat besar, penulis yakin bahwa bisnis TI akan terus berkembang dengan pesat di masa datang.
Setelah yakin dengan potensi pasar, pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana memulai bisnis tersebut? Sebagaimana galibnya memulai usaha baru, diperlukan beberapa hal dasar yang mutlak diperlukan untuk memulai usaha dengan baik. Secara singkat, setidaknya diperlukan tiga hal utama, yakni mental, modal, dan ketrampilan. Sebagian orang percaya diperlukan juga keberuntungan (LUCK) dalam memulai bisnis baru, namun penulis lebih percaya dengan akronim LUCK = Labor Under Correct Knowledge atau dengan kata lain sebenarnya kitalah yang harus menciptakan keberuntungan kita sendiri.
Sikap mental yang jujur, tangguh, berani, ulet, dan tidak mudah menyerah merupakan karakteristik mutlak dari wirausaha yang menginginkan kesuksesan dalam bisnisnya. Namun demikian sikap mental tersebut bukanlah sesuatu yang “taken for granted” alias otomatis dimiliki oleh setiap orang. Sebagai manusia, kita harus belajar dan terus mencoba untuk melatih sikap-sikap mental tersebut. Tanpa usaha dan latihan yang berkesinambungan, rasanya susah untuk memiliki sikap mental seperti itu.
Hal selanjutnya yang sering dianggap hambatan dalam memulai usaha baru adalah ketiadaan modal. Hal ini wajar mengingat di Indonesia tidaklah mudah memperoleh modal usaha yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis. Dalam konteks bisnis TI, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan berbagai cara. Bisnis jasa konsultasi TI (software, networking) biasanya tidak memerlukan modal yang besar. Cukup berbekal ketrampilan dan kemampuan untuk “menjual” ketrampilan tersebut maka biasanya sebuah usaha TI dapat dimulai dengan modal yang seminim mungkin. Apabila Anda masih mahasiswa, banyaklah bergabung dengan komunitas mailing list atau e-forum yang mungkin dapat menjadi jembatan awal dalam menawarkan ketrampilan Anda.
Selain itu juga ada kesempatan untuk menawarkan diri Anda menjadi tenaga lepas (freelancer) dalam mengerjakan proyek-proyek TI. Bagi Anda yang baru lulus dan belum memiliki ketrampilan tinggi, hal ini merupakan peluang yang bagus untuk meningkatkan ketrampilan Anda dan sekaligus mengumpulkan portofolio. Bila memungkinkan, carilah proyek dari perusahaan yang ternama atau multi nasional. Karena dengan demikian akan memberikan nilai tambah bagi Anda apabila Anda hendak menawarkan jasa kepada perusahaan lain.
Setelah yakin dengan ketrampilan dan jam terbang Anda, tak ada salahnya bila mulai memikirkan untuk membuka usaha secara formal. Ada baiknya memulai usaha bersama rekan yang memiliki visi yang sama mengingat keterbatasan modal yang ada. Para ahli kewirausahaan berpendapat bahwa 18 bulan pertama dalam bisnis merupakan masa kritis yang akan menentukan kelangsungan sebuah bisnis, Oleh karena itu pada periode tersebut faktor produksi, pemasaran, keuangan, dan pengelolaan SDM harus diperhatikan dengan sangat seksama.
Umumnya problem yang dihadapi oleh bisnis baru berkisar pada faktor pemasaran dan cash-flow. Untuk pemasaran, hal ini dapat diminimalisir dengan membina jaringan bisnis (networking) seluas-luasnya melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang sudah mapan melalui mekanisme sub-kontrak. Sedangkan untuk problem cash-flow, bisa diminimalisir dengan menekan pengeluaran semaksimal mungkin serta mengajukan negosiasi skema pembayaran dari klien melalui mekanisme permintaan down-payment atau membuka kesempatan kepada klien untuk membayar secara angsuran per bulan. Apabila memungkinkan, bisa dipikirkan juga dengan skema pembayaran re-curring yang dihitung berdasarkan jumlah per transaksi.
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan apabila kita berharap agar usaha kita terus berkembang. Dalam sebagian besar proyek TI, terutama jasa, pada umumnya terdapat 3 hal yang krusial, yakni kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan harga. Seringkali harga justru bukan menjadi hal yang penting mengingat umumnya proyek TI yang dikerjakan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu, bila kita ingin terus eksis dan berkembang dalam industri ini maka kualitas pekerjaan yang prima dan ketepatan waktu seyogyanya harus senantiasa menjadi kredo dalam menjalankan setiap pekerjaan yang ada.
Juga ada baiknya kalau pengusaha TI pemula mulai berpikir untuk mulai fokus menawarkan solusi dibanding hanya menawarkan produk atau jasa semata. Solusi yang merupakan integrasi dari produk dan jasa membuka kesempatan bagi kita untuk memberikan layanan yang lebih luas dan terintegrasi kepada klien. Bayangkan bila kita berhasil membuat bundle software produksi kita dengan hardware merk terkenal dan juga ditunjang dengan jasa maintenance yang memadai, tentu penawaran tersebut akan jauh lebih menarik bagi calon klien daripada sekedar menawarkan produk atau jasa semata.
Lepas dari semua itu, terdapat satu hal khusus yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu kemampuan untuk membina relasi yang baik dengan klien. Bagi sebuah bisnis, klien adalah segalanya dan tanpa klien mustahil sebuah bisnis bisa bertahan. Selain mengharapkan kualitas kerja yang maksimal dan ketepatan waktu. Lebih bagus kiranya kalau kita juga menjalin hubungan profesional yang harmonis dengan klien kita. Menelpon secara periodik untuk mengkonfirmasi hasil kerja kita atau menelpon sewaktu mereka berulangtahun bisa menjadi sarana yang baik untuk menjadikan mereka klien yang setia dan memberikan referensi yang bagus kepada rekan-rekan mereka atas pekerjaan kita.
Walau jauh dari sempurna, penulis berharap agar tips diatas bisa menjadi referensi ringkas bagi calon-calon wirausaha TI di Indonesia. Memang tidak mudah menjadi pengusaha handal, namun dengan kerja keras dan ketekunan niscaya Tuhan akan menganugerahi kita untuk meraih kesuksesan. @Betley – 280907.